Tampilkan postingan dengan label torres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label torres. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 November 2012

Chelsea Akan Menukar Torres Dengan Falcao




Rumor yang mengatakan tentang kepindahan Falcao terhadap Chelsea nampaknya akkan semakin menguat, pasalnya Atletico akan setuju untuk melepas Radamel Falcao.

Atletico Madrid memiliki syarat yaitu asal The Blues mau mengorbankan Fernando Torres ke Atletico Madrid, apakah akan berhasil?

Atletico memang sedang berantisipasi alih-alih Falcao pindah, maka sudah ada penggantinya dan salah satu penggantinya itu adalah strikernya terdahulu.

Seorang komentator bola Hengky Koestanto Poernomo mengatakan bahwa "Bukan tidak mungkin Torres akan ditukar Falcao, sekarang ini Torres sudah tidak terlalu tajam di inggris."

Sebelumnya Atletico melepas Fernando Torres ke Liverpool dan menjadi andalan Liverpool selama hampir 3 tahun, kemudian Torres pindah dan ditebus oleh Chelsea dengan harga yang tinggi yaitu 50 juta euro.

Minggu, 21 Oktober 2012

Babat Spurs Chelsea Kokoh di Puncak


Sukses mempertahankan tiga poin sekaligus memperkokoh posisi di puncak klasemen Chelsea nampaknya sangat senang dengan hasil ini, Di Matteo memuji aksi Mata yang gemilang pada pertandingan itu.

Selain itu Andre Villas Boas menyebut kekalahan 2-4 dari Chelsea ini adalah bukan kemenangan dari tim Chelsea melainkan dengan 3 orang saja. AVB mengatakan Spurs seperti melawan 3 orang saja yakni Hazzard, Juan Mata dan Oscar.

Tiga serangkai inilah yang menjadi aktor kemenangan Chelsea pada pertandingan itu, memang pertandingan ini sempat banyak yang menjagokan Spurs akan tetapi siapa sangka bola itu bulat.

AVB juga menambahkan bahwa ini juga merupakan laga yang penuh dengan emosi dan banyak sekali peluang yang dilakukan oleh kedua tim, memang spurs sempat bangkit di awal babak kedua bahkan mampu membalikkan keadaan.

Akan tetapi Juan Mata lah yang menyirnakan semua harapan yang sudah dibangun oleh anak-anak Spurs dan mampu membongkar pertahanan dan malah membalikkan keadaan lagi.

"Kami berada di irama yang bagus dan mampu menguasai pertandingan di awal babak kedua serta gairah-gairah dan ambisi tinggi masih ada di awal babak kedua," tambah AVB.

Gary Cahill membuka kemenangan Chelsea di babak pertama memanfaatkan umpan sundulan dari Torres dan diteruskan dengan tembakan volly keras dari Cahill.

Akan tetapi gol balasan dari William Gallas dan Jermain Defoe dapat di balikkan lagi oleh dua gol dari Juan Mata, dan kemenangan Chelsea di tutup oleh Gol Sturridge, ini merupakan gol perdananya di musim ini.

Untuk anda yang bermain judi online dan menjagokan Chelsea nampaknya akan senyum-senyum saja dan menikmati hasil kemenangan telak dan hadiah melimpah sepertinya.

Minggu, 01 Juli 2012

Penyebab Kalahnya Italia Menurut Iker Casillas!



Iker Casillas telah menikmati empat tahun sempurna bersama timnas Spanyol. Dua titel Piala Eropa dan satu trofi Piala Dunia berhasil didapat dengan Casillas sebagai kaptennya.

Spanyol sering dianggap sebagai tim terbaik dunia dan kemenangan 4-0 atas Italia seakan menegaskan anggapan itu. Spanyol kini menjadi tim pertama yang berhasil memenangkan Euro dua kali berurutan.

"Ini adalah kemenangan yang sangat menyenangkan. Gol kedua yang dicetak Jordi Alba sebenarnya sudah mengakhiri perlawanan Italia," ucap Casillas kepada Telecinco Television.

"Empat tahun ini sangat luar biasa. Anda mungkin mengira bahwa kemenangan 4-0 melawan Italia merupakan hal yang mudah. Namun kami sebenarnya berkembang sedikit demi sedikit sepanjang turnamen ini."

Casillas juga mengaku senang dengan penampilan hebat rekan-rekannya. Sang kapten menyatakan bahwa kemenangan itu setidaknya bisa membungkam pihak-pihak yang selama ini selalu menghujat permainan Spanyol.

"Selalu ada kritik yang ditujukan kepada kami. Kami sudah membuat standar yang sangat tinggi, dan kritikan datang ketika kami turun sedikit dari standar itu," tambahnya.

"Kami berhasil mengeluarkan permainan terbaik semua pemain kami. Kami juga memaksimalkan karakteristik kami. Lagipula, para pemain Italia sudah kelelahan."

"Sekarang kami akan berlibur dan menikmati kemenangan ini bersama."

Semangat fans juga cukup berperan dalam proses kemenangan ini. Jadi untuk para fans di Indonesia, apakah kalian jadi tertarik belajar bahasa spanyol, atau bahasa yang berkaitan dengan tim idaman anda? Siapa tahu anda bisa berada di stadium tempat tim kesayangan anda bertanding?

Sekian Info Euro 2012 dari saya. Semoga bermanfaat dan Terima kasih. :D

Dibalik Kemenangan Spanyol!



Spanyol menumbangkan Italia 4-0 di final Euro 2012 dan mencetak sejarah baru dalam dunia sepakbola.

Para penikmat sepakbola mengharapkan sebuah war (bahasa indonesia : perang), tapi yang mereka dapatkan adalah pembantaian.

La Furia Roja menjadi tim pertama dalam sejarah yang berhasil memenangi tiga turnamen besar secara beruntun, yaitu Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012, juga tim pertama yang sukses mempertahankan trofi Henri Delaunay. Selain itu, mereka juga menang dengan margin gol terbesar sepanjang sejarah final Piala Eropa.

Tepat tiga pekan setelah mengawali perjalanan mereka di Polandia-Ukraina dengan hasil imbang 1-1 di Gdansk, sang juara bertahan Spanyol dan Gli Azzurri Italia bersua kembali di arena serta babak yang berbeda, Senin (02/7).

Jika waktu itu Spanyol dan Italia bentrok di partai pembukaan Grup C, kali ini mereka berduel di Olympic Stadium, Kiev, untuk menjadi yang terbaik di partai penutup turnamen.

Banyak orang menilai duel Spanyol kontra Italia di fase grup sebagai final kepagian, karena para pemain kelas dunia dari kedua tim waktu itu menampilkan pertahanan, taktik, skill, kreativitas, hingga serangan terbaiknya.

Well, roda nasib benar-benar misterius dan tak bisa dibantah. Final kepagian itu kini benar-benar berubah menjadi the real final.

Sama dengan laga pertama di Gdansk, laga di Kiev ini kembali menyuguhkan duel dua kiper nomor wahid, Iker Casillas vs Gianluigi Buffon, dua pass master sekaligus playmaker terbaik dunia, Xavi vs Andrea Pirlo, serta para bek tangguh, gelandang brilian dan forward tajam yang menghuni kedua tim.

Untuk laga perebutan mahkota raja Eropa ini, pelatih Spanyol Vicente del Bosque memasang Fabregas sebagai false 9 dengan diapit oleh David Silva dan Iniesta, komposisi yang sama seperti ketika mereka menghadapi Italia pada 10 Juni lalu.

Del Bosque kembali mengandalkan Xavi, yang memiliki rasio operan tepat sasaran 93% di turnamen ini, sebagai sosok sentral dalam ball possession football milik Spanyol.

Sementara itu, di kubu Italia, pelatih Cesare Prandelli mengusung skema diamond midfield, yang terbukti efektif kala menyingkirkan Inggris dan Jerman.

Satu-satunya perubahan dari ketika mengalahkan Jerman 2-1 di semifinal adalah kembalinya Abate ke pos bek kanan untuk melengkapi formasi four-man defence Italia.

Andrea Pirlo, dengan rasio operan tepat sasaran 88%, dipercaya oleh Prandelli untuk mengatur tempo dan menjadi otak permainan Italia. Balotelli, yang sejauh ini mencatatkan shot on target (10) terbanyak di Euro 2012, mengisi lini depan Azzurri bersama Cassano.

Aroma sengitnya sebuah duel final langsung terasa begitu wasit Pedro Proenca asal Portugal meniupkan peluit tanda kick-off.

Italia sedikit lebih unggul dalam hal penguasaan bola di babak pertama (52% - 48%), tapi justru Spanyol yang berhasil memimpin dua gol hingga turun minum.

Gol pertama diciptakan oleh Silva memanfaatkan akselerasi dan umpan tarik Fabregas, sedangkan gol kedua ke gawang Buffon dicetak oleh Jordi Alba setelah mendapatkan through pass sempurna dari Xavi.

Italia bukannya tanpa peluang. Setidaknya, dua kali Cassano mengancam Spanyol dengan tendangan kerasnya, tapi semua usahanya masih terbentur dinding tebal bernama Casillas.

Italia berulang kali melepaskan bola-bola panjang ke lini depan. Itu memang salah satu senjata utama mereka. Azzurri adalah tim dengan percobaan bola panjang terbanyak (277) di Euro 2012. Andrea Pirlo (63) dan De Rossi (56) merupakan yang terdepan dari semua gelandang yang bermain di Polandia-Ukraina.

Cederanya bek sentral Giorgio Chiellini pada menit 21 rupanya sangat berpengaruh terhadap kesolidan lini pertahanan Italia.

Babak kedua diawali Italia dengan sebuah pergantian. Cassano, yang sepanjang babak pertama gagal memberikan kontribusi maksimal, menyerahkan tempatnya kepada Antonio Di Natale.

Masuknya Di Natale cukup memberikan angin segar bagi Azzurri. Dia langsung mendapatkan dua kesempatan untuk mencetak gol, tapi upayanya masih melayang di atas mistar dan dihentikan oleh Casillas.

Kesialan Italia bertambah pada menit 61 ketika Thiago Motta mengalami cedera, padahal dia baru empat menit masuk menggantikan Montolivo. Parahnya, Motta adalah final substitute Italia di laga ini. Azzurri pun bermain dengan sepuluh orang, padahal pertandingan masih tersisa 30 menit dan mereka tertinggal dua gol.

Dari situlah, laga yang semula berjalan seimbang kemudian berubah menjadi sangat berat sebelah.

Unggul jumlah pemain dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Spanyol. Mereka mendominasi permainan, mengurung lini pertahanan Italia, dan memaksa Buffon bekerja keras lewat sejumlah serangan serta tembakan ke arah gawang.

Handicap ini sungguh membuat Italia keteteran dan Spanyol berada di atas angin. Xavi pun makin leluasa dan merajalela di lapangan tengah, area kekuasaannya.

Pada menit 75, Spanyol menarik keluar sang false nine Fabregas dan memasukkan the real nine, Fernando Torres. Sembilan menit di atas lapangan, Torres mencetak gol ketiga Spanyol. Itu membuatnya jadi pemain pertama yang mencetak gol di dua final Piala Eropa secara beruntun. Tak cukup sampai di situ, empat menit berselang, dia mengirim assist untuk gol keempat timnya lewat sepakan Juan Mata.

Skor 4-0 untuk Spanyol bertahan hingga peluit panjang dan La Furia Roja pun sukses menuntaskan misinya untuk menulis ulang buku sejarah.

Ini juga menandai kemenangan kompetitif pertama Spanyol atas Italia setelah nyaris selama seabad. Kemenangan pertama, terakhir dan satu-satunya atas Italia di turnamen resmi sebelum ini diraih oleh Spanyol pada Olimpiade 1920. Di perempat final Euro 2008, Spanyol memang mengalahkan Italia, tapi itu didapat lewat adu penalti setelah bermain imbang di waktu normal dan extra-time.

Casillas memecahkan rekor Dino Zoff, 494 menit tanpa kebobolan di Piala Eropa. Kiper dan kapten Spanyol itu kini 510 menit tanpa kebobolan sejak terakhir kali Di Natale merobek gawangnya di fase grup.

Satu lagi, Del Bosque kini menjadi pelatih kedua dalam sejarah yang sukses mengawinkan trofi Piala Dunia dan Piala Eropa.

Hal ini pun membuat banyak para fans Indonesia menjadi ingin belajar bahasa Spanyol. Selamat untuk kemenangan Spanyol.

Sekian postingan mengenai update pertandingan Euro 2012. Semoga bermanfaat. Terima Kasih!